Masih menggunakan nama pena lama
![]() |
| Gbr: Lombok Post |
Aku masih menyimpan namamu Nha. Dalam secangkir kopi yang kuseduh tiap malam. Aroma kenangan yang terus mengepul di sembarang udara. Dan semua itu; pertemuan yang khayal serta perpisahan yang terlalu tawar.
Mulanya, kita bertemu dalam ruang maya. Lalu bercengkerama dan menciptakan sebuah dunia. Kita tak kunjung sadar bahwa pada kenyataannya, kita larut dalam ingar-bingar fatamorgana. Dunia tak nyata, semu, dimensi bayang-bayang. Begitulah dunia maya bekerja.
“Aku di Yogyakarta, dan kau?” aku bertanya lewat kotak chatting itu.
“Purwakarta,” jawabmu sepuluh detik setelah itu.


